| FT | Armenia | 1 - 3 | Belarus |
| FT | Mozambique | 0 - 1 | Botswana |
| FT | Zimbabwe | 2 - 1 | Malawi |
| FT | Rep. of Macedonia | 2 - 1 | Montenegro |
| FT | Ivory Coast | 0 - 2 | Korea Republic |
| FT | Tanzania | 2 - 3 | Uganda |
| FT | Georgia | 2 - 1 | Estonia |
| FT | Greece | 0 - 2 | Senegal |
| FT | Angola | 1 - 1 | Latvia |
| FT | Cyprus | 0 - 0 | Iceland |
| FT | Nigeria | 5 - 2 | DR Congo |
| FT | Slovakia | 0 - 1 | Norway |
| FT | Bosnia-Herzegovina | 2 - 1 | Ghana |
| FT | Moldova | 1 - 0 | Kazakhstan |
| FT | Malta | 1 - 2 | Finland |
| FT | Turkey | 2 - 0 | Honduras |
| FT | Algeria | 0 - 3 | Serbia |
| FT | Hungary | 1 - 1 | Russia |
| FT | South Africa | 1 - 1 | Namibia |
| FT | Romania | 0 - 2 | Israel |
| FT | Luxembourg | 1 - 2 | Azerbaijan |
| FT | Switzerland | 1 - 3 | Uruguay |
| FT | Austria | 2 - 1 | Denmark |
| FT | Poland | 2 - 0 | Bulgaria |
| FT | Albania | 1 - 0 | Northern Ireland |
| FT | Belgium | 0 - 1 | Croatia |
| FT | Germany | 0 - 1 | Argentina |
| FT | Holland | 2 - 1 | United States |
| FT | Italy | 0 - 0 | Cameroon |
| FT | Slovenia | 4 - 1 | Qatar |
| FT | Wales | 0 - 1 | Sweden |
| FT | England | 3 - 1 | Egypt |
| FT | France | 0 - 2 | Spain |
| FT | Scotland | 1 - 0 | Czech Republic |
| FT | Portugal | 2 - 0 | China |
Thursday, March 4, 2010
Quick Result Friendly Match March 3rd 2010
Nomer Punggung 3 Digit di sepakbola

Seteleah melihat partai kualifikasi Piala Asia antara Australia vs Indonesia, ada satu hal yang cukup menarik perhatian. Pemain aussie, Thomas Oar Christian mengenakan nomer punggung '121'. Kurang lazim karena umumnya pemain sepakbola hanya memakai dua digit untuk nomer punggungnya. Tapi ini bukan kali pertama bagi timnas australia, pada partai melawan Kuwait, pemain mereka Matthew Kemp juga memakai nomer punggung tiga digit. apa boleh nomer punggung tiga digit dalam sepakbola?
pertandingan australia vs indonesia kemaren itu ga masuk kalender resmi FIFA,itu juga yang bikin para pemain top aussie yang main di kompetisi eropa ga mau dilepas sama klubnya masing-masing dengan alasan ngapain ngelepas pemain andalan mereka buat pertandingan semi-resmi FIFA. dalam pertandingan semi-resmi seperti kemaren,nomer punggung itu bebas, ga harus urut,bahkan kalu mau pake nomer aneh kayak '07' -instead of '7'- juga diperbolehkan. tapi walaupun agak nyeleneh,peraturan permainan tetep disamakan kayak pertandingan resmi.
M.A Rianto
04/03/10
Wednesday, February 24, 2010
Titik Balik Inggris
Seperti yang sudah kita ketahui bersama, kompetisi English Premier League (EPL), boleh dikatakan sebagai liga nomer wahid sejagat raya. Dalam beberapa tahun belakangan, puluhan pemain top dunia berdatangan ke tanah Inggris untuk merasakan tensi tinggi direct football khas Inggris. Sebut saja Didier Drogba (Pantai Gading), Patrice Evra (Perancis), Michael Ballack (Jerman), Carlos Tevez (Argentina), Fernando Torres (Spanyol), maupun kiper Petr Cech (Ceska), sedang merasakan atmosfer sepak bola cepat. Taburan bintang-bintang di tanah Inggris membuat mata sponsor melirik tajam untuk menggarap lahan bisnis mereka di tanah Britania.
Tapi di balik ke-glamor-an liga Inggris, sepakbola Inggris sempat memiliki satu problematika yang saat itu cukup memprihatinkan. Semasa ditangani Steve McClaren, Inggris seperti berubah menjadi macan ompong. Dua kali dipecundangi Kroasia, sang musuh bebuyutan, pada laga kualifikasi Euro 2008, yang kemudian menjadi petaka Inggris dengan gagal berpartisi
pasi di putaran final Euro 2008 di Swiss-Austria.
Masa kelam sepertinya telah berakhir seiring datangnya sang Italiano, Fabio Capello. Sang macan kembali menemukan taringnya. Inggris meraup sembilan kemenangan dalam sepuluh laga pada babak kualifikasi Piala Dunia 2010. bahkan dengan delapan kemenangan di laga awal. Bergabung bersama Amerika Serikat, Aljazair, dan Slovenia di Grup C, Inggris jelas sangat diunggulkan. Dengan kelihaian Don Fabio meramu kekuatan matang semacam Lampard, Ferdinand, Heskey, hingga Beckham, serta diimbangi tenaga segar dari para pemain muda seperti Theo Walcott, Aaron Lennon dan Wayne Rooney, nampaknya Inggris adalah salah satu unggulan terkuat dalam meraih trofi Piala Dunia mereka yang kedua setelah jeda 34 tahun silam.
M.A Rianto
24/02/10
Tuesday, February 16, 2010
Placebo Sajikan Aksi Kelas Dunia di Jakarta

Selasa, 16 Februari 2010 bisa jadi salah satu hari bersejarah dalam dunia per-konser-an Indonesia. Placebo, band yang terbentuk tahun 1994 di kota London, Inggris, menyajikan aksi panggung berkelas ke hadapan ribuan audiens yang hadir di Tennis Indoor, Senayan, Jakarta. Hujan yang mengguyur venue beberapa saat sebelum gate dibuka sama sekali tidak menyurutkan semangat penonton untuk masuk ke arena konser. Tepat pukul 19.30, duo DJ Electric Groove (EGRV) memanaskan penonton dengan memadukan beberapa hits penyanyi-penyanyi terkenal macam Madonna atau Katy Perry yang dibalut besutan musik elektrik. Pukul 20.15 ERGV, yang mendapat sambutan cukup hangat, turun dari panggung. Penonton yang menyesaki kelas festival dan tribun tak henti-hentinya meneriakan band kesayangan mereka. Fyi, Indonesia cukup beruntung bisa disinggahi Placebo lebih awal dari negara-negara Asia lainnya. Karena sejatinya Placebo baru akan mengadakan tur 'resmi' ke Benua Asia pada akhir Maret 2010, dimana mereka akan menyambangi Singapura, Filipina, Malaysia, serta Taiwan. Dan akhirnya pukul 20.30, dengan diiringi intro, Stefen Olsdal, Steve Forrest, serta sang frontman, Brian Molko langsung membawakan salah satu lagu jagoan mereka, For What It's Worth. Penonton-yang didominasi kaum mapan dan eksptriat-serentak terbius oleh alunan distorsi yang dimainkan Brian dan Steff serta gebukan drum a la punk yang disajikan Steve, yang kali ini mereka dibantu 3 0rang additional, Bill Lloyd, Fiona Brice, serta Nick Gavrilovic. Kelar membawakan lagu pertama, Brian dkk. langsung menggedor kuping penonton dengan lagu Ashtray Heart dan Battle For The Sun. Tiga lagu awal yang dimainkan Placebo cukup membuat saya kaget, pasalnya 3 lagu awal adalah 3 lagu hits mereka yang pastinya cukup disukai banyak fans. Selepas Bitter End dibawakan, Placebo memulai encore mereka dengan 4 lagu dan ditutup dengan Taste In Men
Tata panggung yang disajikan sangat atraktif. Dengan layar LED yang 'wah', ditambah tata suara yang cukup membuat kuping berdengung ketika konser usai, belum lagi lightning yang berandil besar dalam memainkan emosi di setiap lagu mereka, Placebo bisa jadi merupakan konser yang sangat amat sayang jika dilewatkan. Tapi, tetap saja tak ada gading yang tak retak. Konser Placebo kali ini, walau dihiasi ke-jenius-an aksi panggung kelas dunia, tetap memiliki sedikit 'luka'. Brian Molko, sang frontman, sangat sedikit memberikan jeda antar lagu sebagai ajang interaksi dengan audiens yang hadir. Brian sepertinya disibukkan dengan 'rutinitas' nya, bergonta-ganti gitar serta bermain-main dengan reverb amplifier. Tapi setidaknya sedikit luka tadi bisa terobati dengan aksi mereka yang cukup maksimal. Semua penonton keluar gedung pertunjukan dengan senyum diwajahnya serta sejuta kesan dan memori indah di dalam alam pikiran mereka yang semakin membuat layak menjadikan konser Placebo sebagai salah satu konser terbaik yang pernah diadakan di Indonesia! Cheers!
_____________________________________________________________________
PLACEBO
Songlist
Tennis Indoor Senayan, 16 February 2010
For What It's Worth
Ashtray Heart
Battle For The Sun
Sleeping With Ghosts
Speak In Tongues
Follow The Cops Back Home
Every You Every Me
Special Needs
Breath Underwater
Julien
The Never-Ending Why
Come Undone
Devil In The Details
Meds
Song To Say Goodbye
Special K
The Bitter End
_____________________________________________________________
Bright Lights
Trigger Happy
Infra-red
Taste In Men
M.A. Rianto
17/02/10
Wednesday, January 27, 2010
WWE Royal Rumble 2010

WWE Royal Rumble, sebuah Pay-Per-View yang diadakan tiap tahun dari WWE, dan tahun ini memasuki edisinya yang
ke 18. Diadakan di Atlanta, Georgia pada tanggal 31 January 2010, mengambil tempat di Phillips Arena. Ciri khas Royal Rumble ada pada pertandingan '30-man Battle Royal', di pertandingan ini, 30 orang akan masuk ke ring sesuai nomer urut yang telah diacak dan berjuang diatas ring agar tidak tereliminasi oleh lawan. orang yang terakhir berada diatas ring berhak mendapatkan pertandingan perebutan gelar juara di Wrestlemania, event paling akbar di dunia pro-wrestling.Match Card WWE Royal Rumble tahun ini :
Christian vs Ezekiel Jackson (ECW Championship Match)
Michelle McCool vs Mickie James (WWE Women's Championship)
Sheamus vs Randy Orton (WWE Championship)
The Undertaker vs Rey Mysterio (World Heavyweight Championship
30-man Battle Royal Match
M.A. Rianto
27/01/10
Boys Like Girls Hentak Tennis Indoor

Konser Boys Like Girls di Jakarta, Senin (25/01) merupakan konser perdana grup band asal Boston ini di tanah air. Tak ayal ini membuat puluhan penonton rela antri dari pukul 16.00 WIB. Saya sengaja datang agak cepat agar bisa dapat row paling depan, maklum saya sangat penasaran dengan aksi live mereka karena saya sudah mengikuti perjalanan band ini dari jaman mereka masih berkutat di jalur indie dengan bermodalkan 2 single "The Great Escape" dan "Hero/Heroine". Ternyata dugaan saya salah, sudah banyak abg-abg yang menempati pos depan. Waktu sudah menunjukan pukul 19.50, 10 menit lagi konser sedianya akan dimulai tapi massa yang ada di ruang konser masih sama seperti ketika saya baru masuk, sekitar 45 menit yang lalu. Semakin tidak sabar, koor massa pun terbentuk spontan meneriakan "Boys Like Girls...Boys Like Girls..!" *Lights Out*. Penonton semakin menggila dengan koornya. Dan sang penguasa panggung pun melangkah maju ke posisinya masing-masing diikuti intro I Gotta Feeling yang langsung di sambung dengan gebrakan awal, single pertama dari album kedua mereka, Love Drunk, diikuti dengan lagu Five Minutes To Midnight. Selepas lagu ketiga, barulah Martin, sang vokalis, menyapa penonton. Sepanjang konser hampir semua penonton, yang kebanyakan kaum hawa, bernyanyi bersama, termasuk saya sebenarnya. Koor massal paling heboh terjadi pada dua lagu ballad mereka, Thunder dan Two is Better Than One. Martin nyaris tanpa suara di kedua lagu itu. Hingga lagu ke 12, Thunder, mereka 'pamit' kepada penonton. Dan pastinya penonton tau ini saatnya untuk meneriakan "We Want More!". Someone Like You dibawakan, dilanjutkan dengan single yang berandil paling besar dalam meroketkan band ini, The Great Escape, yang sekaligus menjadi penggenap 13 lagu yang mereka bawakan di konser perdana mereka di Jakarta, yang berdurasi tepat 90 menit.
Boys Like Girls patut dapat acungan jempol, dengan penonton yang lumayan sepi-setidaknya masih lebih banyak daripada Simple Plan & New Found Glory-, BLG mampu menjaga semangat mereka. Sound yang dihasilkan juga tidak terlalu bermasalah. Interaksi mereka lebih banyak ditunjukan pada tengah-tengah lagu, jeda antara lagu mereka habiskan untuk minum atau sekedar menyeka keringat. Lighting juga pantas mendapatkan acungan jempol, sangat atraktif.
Mereka juga melakukan 'kejutan' saat Martin diving di tengah penonton, sebenarnya ini bukan kejutan karena sebelumnya sesekali saya melihat Martin diving di tengah crowd.
Overall, konser BLG di Jakarta ini adalah konser standar. Tipikal band yang sedang tour keliling dunia. Setlist yang sama di setiap kota-saya sempat 'mencontek' setlist mereka di Jepang seminggu sebelum konser di Jakarta-. Sehingga praktis tidak ada satu kata dalam bahasa indonesia pun yang sengaja mereka siapkan demi menyapa penggemar, seperti Tyson Ritter (AAR) dengan Merdeka-nya ketika AAR bermain di Jakarta, 17 Agustus 2009.
Yah inilah penilaian subjektif saya, dan hingga saat ini belum ada yang mengalahkan aksi panggung grup Melee. Next mungkin saya akan 'hadir' di konser Taking Back Sunday/Cobra Starship hehehe. We'll see people. Ciao
________________________________________________________________
BOYSLIKEGIRLS
Songlist
Tennis Indoor, Senayan, Jakarta, 25 Januari 2010
Intro (I Gotta Feeling)
Love Drunk
Five Minutes To Midnight
She's Got a Boyfriend
The Shot Heard 'Round The World
Hero/Heroine
Two Is Better Than One
Contagious
Heart Heart Heartbreak
Heels Over Head
Dance Hall Drug
Thunder
________________________
Someone Like You
The Great Escape
__________________________________________________________________
Videos :
M.A. Rianto
27/01/10
*ps : videos belong to verabuster
Monday, January 11, 2010
Profil peserta Piala Dunia Grup A

Akhirnya penantian kita selama 4 tahun hampir selesai. Datangnya tahun baru 2010 kemarin sekaligus menjadi tanda bahwa mulai saat itu, mata dunia akan tertuju pada Afrika Selatan, tempat digelarnya putaran final piala dunia.
Ini adalah kali pertama putaran final piala dunia digelar di belahan afrika. Banyak hal yang menjadi sorotan terutama masalah keamanan, transportasi dan fasilitas umum di Afrika Selatan yang notabene 11-12 dengan Indonesia. Tapi kali ini kita tidak akan membahas masalah itu, kali ini saya lebih suka jika membahas peta kekuatan tim di piala dunia 2010.
GRUP A
1. Afrika Selatan
Tidak ada yang spesial bagi afrika Selatan kecuali mereka adalah tuan rumah. Mereka hadir di piala dunia tanpa bekal apa-apa. Berbeda dengan tim lain yang mesti melalui kualifikasi yang sangat ketat. Afrika Selatan mungkin akan kalah jam terbang dibanding tim-tim lain. Meski begitu, dukungan suporter nampaknya bakal menjadi senjata ampuh dalam melumpuhkan lawan, belum lagi timnas Afrika Selatan saat ini dihuni pemain berbakat, sebut saja Steven Pieenar (Everton, Inggris), Benny McCharthy (Blackburn, Inggris), Aaron Mokoena (Portsmouth, Inggris) serta Delron Buckley (Borussia Dortmund, Jerman). Singkatnya, melihat kualitas tim lawan di grup A, lolos ke fase knock-out rasanya sudah luar biasa.
2. Meksiko
Meksiko salah satu tim yang rajin mengikuti gelaran Piala Dunia, serta selalu lolos ke fase knock-out dalam 4 Piala Dunia terakhir, namun itu belum menjamin mereka memiliki daya saing yang tinggi di piala dunia kali ini. Juara Piala Emas 2009 ini layak disebut 'jago kandang'. Meksiko, bersama Amerika Serikat, adalah penguasa sepak bola Amerika Utara. Harus kita perhatikan juga bahwa timnas Meksiko kali ini lebih 'segar' dibanding tahun 2006. Banyak pemain muda yang bermain di eropa 'turun tangan' membela negara mereka di Piala Dunia 2010. Sebut saja Carlos Salcido (PSV, Belanda), Hector Moreno (AZ Alkmaar, Belanda), Carlos Vela (Arsenal, Inggris), Andres Guardado (Deportivo La Coruna, Spanyol), serta pemain senior Rafael Marquez (Barcelona, Spanyol). Mereka juga masih diperkuat legenda hidup sepakbola Meksiko, Cauthemoc Blanco (Veracruz, Meksiko). Melihat sengitnya persaingan di grup A, Meksiko paling berpotensi bersaing sengit dengan dua tim favorit lainnya, Perancis dan Uruguay.
3. Uruguay

Uruguay, juara 2 kali Piala Dunia, adalah salah satu tim yang lolos melalui babak play-off sebelum menginjakan kaki di Afrika Selatan. Untungnya mereka dapat mengatasi perlawanan Kosta Rika. Melihat skuad yang mereka bawa ke Afrika Selatan, mereka siap bersaing dengan juara dunia 1998, Perancis serta tim 'tango' Meksiko. Diego Lugano (Fenerbahce, Turki), Martin Caceres (Juventus, Italia), Walter Gargano (Napoli, Italia), Luis Suarez (Ajax, Belanda) akan bahu membahu dengan pemain senior macam Diego Forlan (Atletico Madrid, Spanyol) serta kiper veteran Fabian Carini (Atl.Miniero, Brasil) dalam menggedor pertahanan lawan. Khusus Fabian Carini, ini mungkin akan jadi Piala Dunia paling spesial untuknya, karena turnamen ini merupakan turnamen terakhirnya di jagat sepak bola internasional. Kiper berusia 30 tahun itu tampaknya ingin segera pensiun dari kancah sepakbola internasional. Tapi tunggu dulu, langkahnya menjadikan turnamen ini menjadi akhir yang manis bagi karirnya nampaknya akan menemui ganjalan setelah pelatih timnas, Oscar Tabarez, dalam beberapa uji coba terkahir, lebih senang memakai jasa kiper muda Uruguay Nestor Muslera (Lazio, Italia).
4. Perancis
Ini adalah tim yang memanggul beban paling berat di Piala Dunia 2010. Hampir gagal lolos di babak kualifikasi, Perancis juga hampir tersungkur di tangan Irlandia sebelom 'operan maut' nan kontroversial Thierry Henry berhasil membuat Gallas dengan leluasa menceploskan bola ke gawang Shay Given, kiper Irlandia. Penampilan tim 'Ayam Jantan" di babak kualifikasi amat mengecewakan, hanya finis di posisi kedua dibawah Serbia, mereka mesti mengemis kemenangna lewat babak play-off. Kejadian memalukan Thierry Henry, yang juga merupakan tamparan keras bagi tim Irlandia, membuat para pengamat sepakbola dunia sedikit meragukan kiprah Perancis nanti di Piala Dunia. Namun dengan skuad yang akan mereka bawa ke Afrika Selatan, Perancis nampaknya akan dengan mudah 'mementahkan' kritik sinis dari para pengamat. Berbekal jendral lapangan macam William Gallas (Arsenal, Inggris), Patrice Evra (Man Utd, Inggris), Franck Ribery (Bayern Muenchen, Jerman), Nicolas Anelka (Chelsea, Inggris), serta Thierry Henry (Barcelona, Spanyol), saya yakin tim 'ayam jantan' Perancis bakal lebih berkokok di Afrika Selatan
Popular Posts
-
Ricky Sans (Richard Scott Sanberg) is the co-songwriter, guitarist and backing vocalist of Orange County-based American alternative rock...
-
Hello lads and lasses, Selamat dating di “The A List: Listing The Good and The Bad From a Match” (I’m glad, this article now ...
-
1. Daniel Bryan vs Bray Wyatt Event: WWE Royal Rumble 2014 Date : January 26 2. Randy Orton vs Daniel Bryan Event : WWE Monday N...
-
Kim Jeffrey Kurniawan adalah seorang pesepak bola berkebangsaan Jerman yang lahir di Muhlacker, Jerman, yang memiliki keturunan Indonesia Sa...
-
Kalo bicara tentang Southpark, pasti kita bakal mikir dengan humor-humor sarkastik dan dewasa. Begitu juga dengan film ini. Ini bukanlah fil...
-
Setelah 6 bulan lebih gak ngeblog, akhirnya terpanggil juga buat ngeblog di momen yang pas, Euro 2012. Kali ini saya akan coba bahas satu ...
-
setelah gw udah nonton lebih dari 5 musisi luar negeri selama ini *pamer *, gw bisa pastikan kalau MELEE adalah band dengan perform paling b...
-
Robert Coppola Schwartzman is the frontman and lead singer of American Indie Rock band called Rooney. He has also acted in The Virgin Su...
-
Ini adalah kali ketiga Hoobastank singgah di Indonesia, namun kali ini mereka 'dipaksa' tampil beda. Hoobastank, band beraliran rock...




