skip to main | skip to sidebar

NO HOLDS BARRED

Pages

  • Home

Monday, July 30, 2012

The A-List: Brazil vs Belarus (London 2012)



 Hello lads and lasses,

Selamat dating di “The A List: Listing The Good and  The Bad From a Match” (I’m glad, this article now have a tagline). Kali ini pertandingan yang akan saya bahas adalah partai penyisihan grup C antara Brazil melawan Belarus. Pertandingan terbaik di Olimpiade 2012 hingga saat ini.
Untuk  yang baru pertama kali membaca artikel ini, instead menjelaskan detil pertandingan, saya lebih akan membuat list kejadian/hal/peristiwa/pemain yang ada di pertandingan. Kategorinya dibagi dua: Thumbs Up dan Thumbs Down, yes, dari nama kategorinya juga sudah ketauan, ada peristiwa/kejadian/pemain/ apa pun yang menurut saya bagus dan ada yang menurut saya buruk.




Gol Cepat Renan Bressan
Gol cepat Renan Bressan ketika laga belum genap 10 menit membuka segala kemungkinan. Mulai dari bagaimana Brazil merespon gol ini, hingga apa yang akan dilakukan tim kecil sekelas Belarusia untuk mempertahankan keunggulan. Nyatanya, Brazil dalam tempo singkat, mampu menyamakan kedudukan lewat Pato dengan skema yang nyaris sama dengan gol Bressan. Praktis, 45 menit babak pertama berlangsung seru. Coba bayangkan jika Brazil yang mencetak gol cepat, mungkin Belarusia langsung angkat bendera putih.

Brazil 2014
Melihat skuad yang ada, sekaligus pelatih yang menukangi tim Samba muda ini, tidak terlalu berlebihan jika menyebut inilah tim nasional Brazil untuk Piala Dunia 2014 di Brazil. Untuk skill individu, tidak usah diperdebatkan, seabrek pemain berlabel wonderkids hadir di tim ini, sebut saja Neymar, Henrique Ganso, Lucas Moura, Oscar, hingga Leandro Damiao. Tim ini benar-benar diproyeksikan untuk event akbar di tahun 2014. Dengan 2 tahun tersisa, tim ini harus meningkatkan level kompetitif mereka, dan ajang Olimpiade 2012 ini adalah momen yang tepat. Perlu diingat, dengan status tuan rumah, Brazil tidak akan mengikuti kualifikasi Piala Dunia 2014. Satu poin yang bisa membuat level kompetitif mereka kalah dengan 31 negara lainnya.  

Aleksandr Gutor
Jika bukan karena dia, Pato mungkin sudah mencetak hat-trick, Neymar mencetak 2 gol dari free-kick, dan Belarusia pulang dengan malu yang teramat sangat. Tapi, karena kiper asal BATE Borisov iniliah yang membuat Belarusia tidak harus menanggung malu yang berlebih. Melihat performanya, BATE Borisov adalah klub yang terlalu kecil buat kiper plontos ini.

Neymar
THIS BOY IS A ONE SICK SON OF A B*TCH! END OF STORY.




Thiago Silva is overrated
Entah mengapa, PSG mau membayar puluhan juta dollar untuk Thiago Silva. Don’t get me wrong, Thiago pemain yang bagus, tapi performa dia semalam, jauh dibawah harga yang dikeluarkan PSG. Menarik unuk disimak kiprah dia semusim kedepan. Terlebih ia melewatka jadwal pramusim bersama klub asal Paris itu.

Disorganisasi
Terlihat bagaimana lemahnya mental pemain Belarusia. Usai diberondong gol free-kick Neymar, organisasi lini per lini Belarusia mulai berantakan, berbeda dengan apa yang mereka lakukan di babak pertama. Mau bukti? Cukup lihat gol ketiga Brazil.

Neymar is still a Brazilian
Walaupun “THIS BOY IS A ONE SICK SON OF A B*TCH! END OF STORY.”, Neymar tetaplah seorang pemain asli Brazil: diving, show-off, diving, show-off, score, diving, show-off. Tidak heran dengan rumor yang menyebut Neymar akan bergabung dengan Barcelona usai Olimpiade ini. #SARCASM.


Matchday 2 bisa dibilang highest point di Olimpiade 2012, abang sepakbola, banyak kejadian ‘unik’:
  1. Spanyol, sang juara Eropa 2012, pulang lebih awal setelah kalah dari…….HONDURAS!
  2. Jepang lolos ke perempat final.
  3. Ryan Giggs menjadi pencetak gol tertua dalam sejarah olimpiade.
  4. Uruguay, yang diperkuat Cavani dan Suarez,  dihajar Senegal 2-0 yang hanya bermain dengan 10 orang.
  5. Giovani Dos Santos masih dipanggil tim nasional Meksiko, bahkan masih bisa mencetak 2 gol. #SARCASM.

That’s it folks. Review pertandingan berikutnya adalah Uruguay vs Great Britain. Big match. Dua-duanya masih berpeluang lolos, walaupun Team GB Cuma butuh 1 poin untuk lolos. Banyak pemain bintang di kedua tim. Ryan Giggs, Bellamy, Cleverley, Ramsey di Team GB, melawan Suarez, Cavani, Coates serta Gaston Rodriguez di Uruguay.
Apakah Luis Suarez akan menjabat tangan Ryan Giggs dan/atau Tom Cleverley? Atau malah Suarez akan membuat cerita baru dengan bek lainnya, Micah Richards? Who knows. #SARCASM. #HUGESARCASM


Cheers.


*credit where credit's due:
Andrew Johnson (@TheAEJohnson)

Diposkan oleh adi di 7:25 AM 0 komentar Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest
Label: column, review, sepakbola

Friday, July 27, 2012

The A-List: Spain vs Japan (London 2012)


       
      Halo,
   
    Untuk mengisi waktu luang, sekalian ngabuburit, tiba-tiba terlintas ide untuk membuat review pertandingan-pertandingan sepakbola di ajang Olimpiade ini. Tapi kali ini, formatnya berbeda. Instead menjelaskan detil pertandingan, saya lebih memilih untuk membuat list kejadian/hal/peristiwa/pemain yang ada di pertandingan. Kategorinya dibagi dua: Thumbs Up dan Thumbs Down, yes, dari nama kategorinya juga sudah ketauan, ada peristiwa/kejadian/pemain/ apa pun yang menurut saya bagus dan ada yang menurut saya buruk.

    Ini baru artikel pertama, jad mohon dimaklumi jika ada kekurangan. Kedepannya saya akan merivew beberapa pertandingan di fase grup, beberapa pertandingan di perempat final, 2 pertandingan di semifinal dan pastinya pertandingan final.

      Here we go ! 



      Efektivitas
Pada babak pertama, statistik menunjukkan penguasaan bola yang jomplang antara Spanyol dan Jepang.Tapi, Jepang lebih efektif dalam membangun serangan.Tercatat dengan hanya 33% penguasaan bola, Jepang mampu membuat 2 shot on goal, salah satunya malah berbuah gol dari Yuki Otsu. Sementara Spanyol, dari 67% penguasaan bola, hanya mampu membuat 1 shot on target tanp aada bola yang bersarang di gawang lawan.

      Transisi
Ketika diserang, Jepang dengan cepat membuat 3 lapis pertahanan di zona mereka sendiri.Sementara ketika balik menyerang, Jepang mengandalkan satu-dua sentuhan dalam pergerakannya.Transisi yang luar biasa menunjukkan betapa sudah matangnya tim Samurai Biru ini

      Ball Possession Without Tiki-Taka
Akhirnya kita disajikan ‘sisi lain’ dari permainan tim dari Semenanjung Iberia ini. Statistik menunjukkan penguasaan bola 65% berbanding 35% untuk keunggulan Spanyol selama 2x45 menit. Salah satu kemajuan (atau malah kemunduran) tim Matador terlihat dari ‘hilangnya’ sentuhan tiki-taka yang selama ini menjadi ciri khas timnas senior mereka.Spanyol lebih mengandalkan kecepatan dan kelincahan pemainnya ketimbang memainkan bola ketika mencob amembongkar pertahanan lawan.

      Counter Attack
Seperti dibahas di poin nomer 2, Jepang lebih banyak mengandalkan satu-dua sentuhan ketika membangun serangan. Gol Yuki Otsu di menit 34 juga berawal dari skema serangan balik,  sebelum berbuah menjadi tendangan sudut yang kemudian berhasil dikonversi menjadi gol.

      David De Gea
Diantara buruknya rapor pemain barisan belakang timnasSpanyol, Javi Martinez dkk.patut bersyukur dengan kehadiran kiper David De Gea. Pengalaman bermain di level kompetisi teratas di dua liga top eropa menjadi alasan mengapa De Gea berhasil mengamankan jala Spanyol dari lebih banyak gol yang masuk




      La Fury-A Azul
Bermain dengan kostum biru muda, malah membuat para pemain Spanyol memerah emosinya.Inigo Martinez menjadi bukti sahih bahwa emosi yang ditunjukkan tim ini berbuah menjadi malapetaka. Kartu merah yang diterimanya, praktis menjadi titik balik Jepang dalam mengontrol jalannya pertandingan, lebih jauh, mengontrol emosi para pemain Spanyol.Beberapa kali, usaha pemain Jepang mempermainkan emosi tim Matador dengan membuang-buang waktu, sering berbuah ‘manis’. Emosi yang sudah memuncak (plus defisit satu gol) membuat permainan Spanyol berantakan.Disorganisasi antar lini terlihat jelas.Sehingga alur bola menjadi tidak efektif.

      Bek-bek Spanyol
Mungkin banyak yang tidak menyangka bek-bek kelas dunia macam Javi Martinez atau Jordi Alba bisa dengan mudah dieksploitasi sebuah tim nasional yang prestasi tertingginya 'hanya' mampu menembus perdelapan final Piala Dunia. Tapi, itulah kenyataannya. Mencoba memasukkan Oriol Romeu untuk menjadi pelapis sisi tengah di bagian pertahanan juga terasa sia-sia.Untungnya, lini depan Jepang belum fasih  ketika harus mengonversi peluang-peluang emas, yang sekaligus menuntun kita pada poin keempat……

      “SHOULD HAVE BEEN 5-0!”
Demikian ucapan salah satu pundit di Inggris.Melihat kesempatan yang dimiliki Jepang, kita mungkin bisa melihat skor yang sama seperti final Piala Eropa awal bulan ini…… tentunya kali ini Juan Mata dkk. ada di posisi tim kalah. Lini depan Jepang masih canggung ketika harus menyelesaikan peluang emas. Bahkan, Hiroshi Kiyotake memiliki 2 kali kesempatan mencetak gol di babak kedua yang ia hamburkan begitu saja. Buruk bagi Jepang, keberuntungan bagi Spanyol.

      Mata-Sentris
Entah bagus atau tidak, punggawa muda Spanyol nampaknya sangat bergantung pada eks gelandang Valencia ini.Setiap kali ada kesempatan menyerang, bola selalu dialirkan ke Juan Mata. Sialnya, setelah Mata mendapat bola, tidak ada pemain lain yang bersiap melanjutkan alur serangan. Mungkin hanya Jordi Alba yang sesekali merangsek naik membantu alur serangan Spanyol. Walhasil, Mata yang bekerja keras mengontrol lini tengah harus kecewa karena tidak didukung oleh rekan-rekan yang selevel.


That's it folks. Selanjutnya mungkin ada review dari pertandingan para tim unggulan, macam Britania Raya, Brazil, dan Uruguay.







Cheers...









*credit where credit's due:
Andrew Johnson (@TheAEJohnson)


Diposkan oleh adi di 7:50 AM 0 komentar Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest
Label: column, review, sepakbola

Wednesday, June 6, 2012

Euro 2012 Preview: Group B




Grup B bisa dikatakan grup paling lengkap. Dihuni oleh tiga mantan juara eropa, serta satu finalis Euro 2004, menjadikan Grup B sebagai grup neraka di Euro 2012 ini. Diatas kertas, kekuatan Jerman dan Belanda masih belum mampu disaingi oleh Portugal dan Denmark, apalagi berkaca pada prestasi dua tim ini pada perhelatan Piala Dunia 2010 lalu. Jerman kala itu, menjadi juara tiga, sedangkan Belanda finis sebagai runner up usai ditundukkan Xavi cs. Tapi, jangan salah, Portugal punya pemain terbaik dunia, Cristiano Ronaldo. Sementara, tim dinamit Denmark siap meledak lagi seperti pada Euro 1992 silam.

BELANDA



Berbekal materi pemain yang nyaris sama ketika berhasil mencapai final Piala Dunia 2010, Belanda kali ini menjadi salah satu tim teratas yang difaforitkan merebut trophy Henry Delauney tahun ini. Pelatih Bert van Marwijk nampaknya tahu betul istilah ‘Don’t change the winning team’. Pemain-pemain gaek seperti Wilfred Bouma, John Heitinga, Joris Mathijsen, sampai Mark van Bommel, masih menjadi andalan tim Oranye. Belum lagi pemain-pemain yang sedang memasuki usia emas macam Wesley Sneijder, Rafael Van der Vaart, Arjen Robben, Nigel De Jong, serta Robin Van Persie.

Nama terakhir pantas mendapatkan perhatian lebih bagi pencinta sepakbola di Euro kali ini. Menjadi top-skorer di Liga Inggris,ditambah gelar pemain terbaik liga Inggris musim 2011-2012 , RvP jelas sedang menjalani era terbaik sepanjang karier profesionalnya. Belum lagi calon tandemnya di lini depan, Klaas Jan Huntelaar juga baru saja menyandang pencetak gol terbanyak di Bundesliga. Menarik untuk ditunggu bagaimana kiprah dua bomber eksplosif ini melanjutkan ketajaman mereka di panggung Euro 2012. Tapi, juga menarik untuk menunggu apakah van Marwijk akan merelakan formasi 4-2-3-1 andalannya demi menempatkan dua penyerang sekaligus di Euro 2012 nanti.

Buah strategi van Marwijk, yang mulai meninggalkan tipikal permainan total football ala timnas Belanda terdahulu, mulai terasa. Penampilan impresif di Piala Dunia 2010, serta mengemas 9 kemenangan dari 10 pertandingan dalam babak kualifikasi Euro 2012, termasuk kala menghancurkan tim lemah San Marino  11-0, adalah ‘kado’ yang setimpal bagi kerja keras arsitek yang meneruskan tongkat estafet kepelatihan timnas dari tangan Marco van Basten sejak 2008 ini.


PORTUGAL



Beberapa pengamat membandingkan komposisi tim Portugal di turnamen kali ini dengan tim ketika mereka mencapai final Euro di edisi 2004. Hasilnya? Tentu saja tim Seleccao kali ini masih kalah kelas dengan tim generasi emas Portugal pada 2004. Portugal kala itu diisi materi pemain kelas satu seperti, Luis Figo, Rui Costa, Ricardo Carvalho, Deco de Souza, serta Cristiano Ronaldo, yang kala itu sedang memasuki tahun keduanya di Manchester United.

Suka atau tidak, kini, satu-satunya primadona bagi tim Portugal adalah seorang Cristiano Ronaldo. Sosok sentral yang kini berkarir di Real Madrid ini bahkan bisa diciutkan sebagai orang yang paling diwaspadai kontestan lain. Tanpa bermaksud merendahkan, perjalanan ke Euro 2012, bagi Portugal dilalui dengan susah payah. Berada di posisi dua di babak kualifikasi di bawah Denmark, Seleccao harus menjalani partai play-off melawan Bosnia. Beruntung CR7 ce-es unggul agregat gol 6-0. Tapi awan kelam masih menyelimuti Portugal kala menjalani beberapa pertandingan uji coba jelang perhelatan akbar benua biru. Yang paling anyar, tentu saja tunduk dari tim non-kontestan Euro 2012, Turki dengan skor 1-3 di Estadio Da Luz.

Sebenarnya kedalaman skuad asuhan Paul Bento ini sudah diatas rata-rata. Di posisi bertahan ada duo Madrid Fabio Coentrao serta Pepe. Sementara di sector gelandang nama Raul Meireles (Chelsea) serta Joao Moutinho (FC Porto) juga patut disegani. Di lini penyerangan, Cristiano Ronaldo dan Nani (Manchester United) akan menopang ujung tombak Helder Postiga (Real Zaragoza). Filosofi ofensif  4-3-3 yang diterapkan Paulo Bento, seharusnya akan berbuah manis melihat materi pemain yang dimilikinya. Tapi, apa daya, bergabung bersama tiga tim berbahaya di grup B, disertai serangkaian uji coba yang belum menunjukkan hasil positif, tim ini agaknya harus sedikit bekerja ekstra keras jika ingin bertahan di Polandia-Ukraina lebih lama lagi.


JERMAN



Tim spesialis turnamen, itulah julukan yang melekat di tim nasional Jerman dalam dua dekade terakhir. Selalu terseok-seok di babak kualifikasi atau pertandingan persahabatan, Jerman selalu menunjukkan taringnya ketika berada di turnamen besar macam Piala Eropa atau Piala Dunia. Euro 2012 kembali menjadi ajang pembuktian bagi tim yang sudah menggondol 3 trophy Piala Eropa ini.

Membawa skuad dengan rataan usia termuda (24,1 tahun), pelatih Joachim Loew pantas percaya diri untuk bisa bersaing di Euro kali ini. Kesegaran pemain muda seperti Thomas Mueller (Bayern Munich), Mesut Oezil (Real Madrid), Mario Goetze (Borussia Dortmund), serta Toni Kroos (Bayern Munich), dipercaya bisa membawa spirit di skuad Jerman kali ini. Namun, Loew tidak begitu saja melepas pemain mudanya berlaga di lapangan hijau, masih ada materi pemain senior seperti Philipp Lahm (Bayern Munich), Per Mertesacker (Arsenal), Lukas Podolski (FC Koeln), serta Miroslav Klose (SS Lazio) yang siap menjadikan pengalaman mereka di pentas internasional sebagai nilai plus yang dipadukan dengan semangat para young guns bagi kejayaan Der Panzer. Praktis hanya Arne Friedrich andalan utam tim nasional Jerman di Piala Dunia lalu yang tidak dibawa Loew ke Polandia-Ukraina kali ini. Posisi Friedrich bisa digantikan oleh bek tengah yang lebih muda seperti  Holger Badstuber (Bayern Munich) atau Mats Hummels (Borussia Dortmund).

Target juara seperti menjadi harga mati bagi finalis Piala Eropa 4 tahun silam. Berkaca pada apa yang terjadi di Piala Dunia, penampilan impresif tim Bavaria bisa berlanjut di Euro 2012 kali ini.


DENMARK



Tidak ada yang lupa peristiwa di tahun 1992. Kala itu, Denmark datang sebagai tim pengganti dari tim nasional Yugoslavia yang negerinya sedang dilanda perang. Namun apa yang terjadi? Denmark menjadi kampiun usai mengalahkan Jerman di laga final. 20 tahun kemudian, The Dynamites kembali mencoba meledak lagi di Polandia-Ukraina. Absen di edisi 4 tahun lalu, tim nasional Denmark kala itu mengaku fokus untuk lolos ke Piala Dunia 2010. Mereka berhasil lolos. Kini, targetnya hanya tertuju pada  Piala Eropa 2012. Datang sebagai juara grup di babak kualifikasi, Denmark seharusnya tidak memiliki sesatu yang harus ditakuti.

Materinya tidak bisa dianggap remeh, ada nama Daniel Agger (Liverpool), Simon Kjaer (AS Roma), Thomas Sorensen (Stoke City), serta sang bintang Nicklas Bendtner (Arsenal). Didukung pula oleh pemai  senior sekelas Dennis Rommedahl (Brondby), dan wonderkid Christian Eriksen (Ajax Amsterdam), menjadikan tim besutan Morten Olsen ini.

Mungkin untuk mencapai perempat final, butuh sebuah keajaiban bagi Denmark, namun setidaknya ada modal berharga bagi Bendtner dkk. Mereka pernah mengalahkan Portugal di babak kualifikasi. Sedikit banyak, Morten Olsen sudah memahami karakter  bermain tim yang satu ini. Well, nampaknya Denmark masih harus menunggu lama lagi untuk setidaknya membuat kejutan seperti pada tahun 1992 silam.


Prediksi
Tim yang layak lolos: Belanda dan Jerman
Tim yang akan lolos: Belanda dan Jerman






adi r. (06/06/12)
Diposkan oleh adi di 8:40 AM 0 komentar Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest
Label: euro 2012, sepakbola

Monday, June 4, 2012

Euro 2012 Preview: Group A

Setelah 6 bulan lebih gak ngeblog, akhirnya terpanggil juga buat ngeblog di momen yang pas, Euro 2012. Kali ini saya akan coba bahas satu persatu dari 4 grup yang ada di Euro 2012, yang pertama dari Grup A. Oh iya, sebelumnya di Euro sekarang ini saya mendukung Belanda, alasannya jelas karena skuadnya sudah matang, dan tidak banyak perbedaan dari tim di World Cup 2010 kemarin. Tapi, ada potensi tim-tim 'kelas dua' macam Portugal, Kroasia, Swedia bisa menjadi kampiun di Euro kali ini.  


 


Secara kasar, orang boleh berpendapat bahwa Grup B adalah grup maut, namun ada baiknya mempertimbangkan Grup A sebagai grup paling kompetitif di Euro 2012. Kekuatan keempat kontestan nyaris merata, tidak ada tim superior di grup yang dihuni oleh Polandia, Yunani, Russia, dan Republik Ceska ini.



POLANDIA



Jujur, langkah Polandia sebagai tuan rumah jauh lebih mudah dibandingkan dengan tuan rumah tetangga mereka, Ukraina. Polandia berada di Grup A, satu-satunya grup yang tidak memiliki kontestan berperingkat 10 besar FIFA. Namun, jangan salah, justru persaingan di Grup A merupakan persaingan paling alot di fase grup turnamen kali ini. Sebagai tuan rumah, Polandia sudah punya nilai plus, yaitu dukungan penuh publik tuan rumah.

Tim berjuluk The White Eagles ini juga punya skuad yang solid. Trio Dortmund Piszczek-Błaszczykowski-Lewandowski pasti bakal jadi tumpuan utama tim berperingkat 65 FIFA ini. Nama terakhir diyakini akan berbicara banyak di Euro 2012. Status sebagai pemain terbaik Bundesliga musim 2011/2012, top skor DFB-Pokal 2012, serta membawa Borussia Dortmund memenangi gelar ganda di musim terakhir adalah bukti bahwa pemain berusia 23 tahun ini patut diwaspadai oleh tim lawan. Kehilangan kiper Arsenal Lukasz Fabianski nampaknya juga bukan masalah bagi tim asuhan Francizek Smuda ini. 1 pemain arsenal lainnya, Wojciech Szczęsny siap menjaga mistar Polandia.

 Satu-satunya pertanyaan besar di tim ini ialah mengenai seberapa kompetitif-kah Polandia. Masuk ke Euro 2012, praktis Polandia tidak perlu repot-repot bertarung di babak kualifikasi. Namun, inilah masalahnya. Banyak kalangan berpendapat tim ini belum teruji benar ketika memasuki sebuah turnamen, apalagi turnamen sebesar Euro 2012 ini. Daya saing dan jam terbang di tim ini juga masih mengundang keraguan. Belum lagi, kekecewaan yang ditimbulkan duo tuan rumah, Swiss-Austria, empat tahun lalu sedikit banyak juga akan mengantui tim Putih-Merah ini.



YUNANI



Tim Seribu Dewa, begitulah mereka dijuluki. Tahun 2004 di Portugal, 23 dewa berhasil menguasai daratan Eropa dengan menahbiskan diri mereka sebagai kampiun Euro 2004. Kini, 8 tahun kemudian, para dewa-dewa tadi sudah tergantikan dengan dewa-dewa muda. Pertanyaannya, apakah mereka bisa menyamai prestasi 'leluhur' mereka?

Jawabannya 'sangat sulit' jika tidak ingin dibilang mustahil. Praktis, hanya Giorgios Karagounis, Kostas Katsouranis, serta Kostas Chalkias yang merupakan sisa-sisa kejayaan 8 tahun silam di skuad Euro 2012 ini. Masih ada nama-nama besar seperti Giorgios Samaras, Theofanis Gekas, atau Sotiris Ninis. Namun, deretan nama tadi dirasa belum cukup untuk setidaknya menyamai kualitas skuad di 2004. Entah ada yang salah dalam regenerasi di tubuh Yunani atau memang ini bukan generasi emas dari tim berjuluk Ethniki ini.

Masalah tidak berhenti sampai di situ saja. Sepeninggal pelatih jenius asal Jerman, Otto Rehhagel, Yunani seperti kehilangan nakhodanya. Pelatih anyar Fernando Santos bahkan disebut-sebut menerapkan strategi yang tidak sesuai dengan tipikal gaya bermain anak-anak Yunani.
Jadi, bukan suatu kesalahan apabila Yunani hanya dicap sebagaitim penggembira saja di Euro kali ini.





RUSSIA



2008 mereka pulang sebagai tim kejutan, lolos dari fase grup, hingga melangkah hingga semifinal setelah menggasak tim kuat Belanda. Peristiwa inilah yang melambungkan beberapa pilar tim Sbornaya ini. Nama-nama seperti Andrei Arshavin, Roman Pavlyuchenko, sampai Yuri Zhirkov laku keras menjadi incaran klub-klub top Eropa pada masa itu.

4 tahun berselang, tim Russia tidak banyak perubahan dari segi konten pemain, masih ada tiga nama diatas, ditambah lagi dengan bintang-bintang baru mereka macam Alan Dzagoev, Pavel Porebnyak, serta wonderkid Aleksandr Kokorin. Namun, yang membuat beda adalah kualitas bintang-bintang mereka. Arshavin harus rela tersisih di Arsenal hingga kembali ke klub lamanya, Zenit St, Petersburg, sementara Roman Pavlyuchenko, harus angkat koper dari Spurs menuju Lokomotiv Moscow. Pun begitu dengan Yuri Zhirkov, terbuang dari Chelsea, ia memutuskan hijrah ke klub kaya raya Anzhi Makhachkala.

Di bangku pelatih, orang Belanda Guus Hiddink digantikan oleh orang Belanda lainnya, Dick Advocaat. Dick masih memainkan cara lama warisan Hiddink dengan sepakbola kolektifnya. Rasanya dengan materi pemain yang tidak banyak berubah, meskipun beberapa sudah mulai menurun kualitasnya, Russia pantas untuk melaju lebih jauh, setidaknya untuk lolos ke fase perempat final



REPUBLIK CESKA



Mungkin ini adalah tim yang memiliki regenerasi paling bagus dibandingkan ketiga tim lainnya. Meskipun masih mengandalkan pemain uzur macam Petr Cech, Tomas Rosicky, serta Milan Baros, Ceska punya pemain-pemain muda yang mulai naik ke permukaan seperti Thomas Necid, Vaclav Pilar, serta Michal Kadlec.

Tidak pernah absen sejak Euro 1996, tim berjuluk Locomotiv ini tahu betul apa yang harus dilakukan di turnamen ini. Gagal total di edisi Euro sebelumnya para fans berharap hal ini bisa menjadi pelecut tim asuhan Michal Bilek ini.

Menarik untuk ditunggu bagaimana duet tua-muda Milan Baros-Tomas Necid yang disokong oleh gelandang kreatif Tomas Rosicky membawa tim ini mengarungi turnamen empat tahunan ini. Bersama Russia, Petr Cech dkk. akan menjadi pesaing terkuat di grup A





Prediksi
Tim yang layak lolos: Russia dan Polandia
Tim yang akan lolos: Russia dan Republik Ceska







adi r. (04/06/12)
Diposkan oleh adi di 7:20 AM 0 komentar Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest
Label: ceska, euro 2012, polandia, russia, sepakbola, sports, yunani

Sunday, September 25, 2011

Match Report: Manchester City vs Everton FC



Hanya beberapa jam setelah pertandingan melawan Birmingham City di ajang Carling Cup, Manchester City harus kembali meladeni partai berat melawan Everton. Satu angka yang didapat The Citizens kala melawat ke Craven Cottage menjadi ambisi pasukan Don Mancio merebut 3 angka krusial demi memangkas jarak dari pimpinan klasmen, Manchester United.

Nyatanya, walaupun bermain dihadapan publik Etihad Stadium, 3 angka bukanlah semudah membalikkan telapak tangan. Fakta bahwa selalu kalah dalam 4 pertemuan terakhir melawan klub Merseyside ini semakin menunjukan bahwa Everton bukan tim sembarangan.

Meskipun menguasai jalannya pertandingan di 45 menit pertama, gebrakan yang diujung tombaki duet Dzeko-Aguero belom mampu menjebol gawang Tim Howard. Pergerakan duo kreator serangan The Citizens, David Silva dan Samir Nasri, berkali-kali bisa dimatikan oleh barisan pertahanan Everton yang digalang pemain gaek, Phil Neville.


Aguero nyaris membuka keunggulan City andai saja tendangannya tidak bisa dijinakan Tim Howard. Everton juga bukan tanpa perlawanan, meskipun arsitek tim, David Moyes menggunakan filosofi bertahan, sepakbola kick and rush khas Inggris sering muncul ketika mereka melakukan serangan balik. Tercatat ada sekitar 3 peluang Everton meski tak ada satupun yang membahayakan Joe Hart.

Permainan yang cenderung monoton berhasil 'diselamatkan' Mancio yang melakukan penyegaran pada meit ke 60 dengan memasukan penyerang timnas Italia, Mario Balotelli yang menggantikan Edin Dzeko. Kejituan Mancini meracik strategi terbukti 8 menit kemudian. Diawali aksi dribbling ciamik dari Aguero, operan tumitnya berhasil dikonversi Mario Balotelli menjadi gol cantik dari luar kotak penalti The Toffees. 1-0 City memimpin


Konsentrasi pertahanan Everton yang sedikit terluka berbuah petaka lagi, 20 menit berselang giliran gelandang Inggris, James Milner, menggandakan keunggulan The Citizens sekaligus mengunci 3 angka bagi tim dari Kota Manchester itu. Berawal dari aksi David Silva yang melancarkan umpan terobosan, kegagalan Tim Howard yang keluar dari sarangnya untuk menutup ruang tembak menjadikan Milner, yang baru masuk hanya 6 menit sebelumnya, tinggal mendorong bola ke gawang kosong.

Seolah ingin melengkapi kehebatan pemain pengganti, Stefan Savic berhasil melakukan penyelamatan krusial ketika berhasil menghalau bola hasil tembakan Fellaini ke gawang kosong Manchester City yang ditinggal Joe Hart.

Akhirnya, tambahan 3 poin yang mendorong City ke puncak klasmen untuk beberapa jam menjadi hal terpenting malam itu, sekaligus memutus derita 2 tahun selalu kalah dari Everton.


Match Stats:

Manchester City:
Hart, Richards, Clichy, Lescott, Kompany, Barry, Yaya Toure, Silva, Aguero (Milner 79), Nasri (Savic 83), Dzeko (Balotelli 60)

Everton:
Howard, Hibbert, Baines, Jagielka, Distin, Neville (Drenthe 73), Coleman, Fellaini, Rodwell, Osman, Cahill (Saha 66)

Yellowcard:
Yaya (Man City); Neville, Osman, Rodwell, Cahill, Jagielka (Everton)

Ball Possesion:
Man City 59%-41% Everton

On Target:
Man City 8-3 Everton

Off Target:
Man City 10-4 Everton

Corners:
Man City 7-5 Everton

Fouls:
Man City 9-13 Everton








watch my videos-subscribe to my channel, add me on facebook, follow me on twitter
Take care, spike your hair.....WooWooWoo You Know It, bro!
Diposkan oleh adi di 2:37 AM 0 komentar Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest
Label: review, sepakbola, sports

Sunday, August 28, 2011

"Welcome To The Edin Dzeko Show"



3 Januari 2011, setelah rumor dan spekulasi yang cukup panjang, Roberto Mancini akhirnya mengonfirmasi kedatangan striker baru mereka, Edin Dzeko, dari Vfl Wolfsburg (Jerman). Kala itu Dzeko, pria kelahiran Sarajevo 25 tahun silam, menyandang status sebagai bomber tersubur di arena Bundesliga. Bagaimana tidak, empat tahun merumput bersama klub berjuluk Die Wölfe, Edin Dzeko menorehkan 66 gol dari 111 penampilannya. Fakta ini semakin diperkuat dengan dinobatkannya Edin Dzeko sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah klub yang didirikan 66 tahun silam ini.Maka ketika Roberto Mancini memboyongnya dengan harga 27 juta Pound, ekspektasi tinggi disematkan kepada pria ini.

Sayang, dalam perjalanan 6 bulan pertama bersama Manchester Biru, Edin Dzeko hanya mampu menorehkan 2 gol di Liga Inggris, 2 gol di Piala FA, dan 2 gol lainnya di kompetisi Europa League. Bukan torehan yang buruk, karena pada akhirnya ia mengantarkan Manchester city menjadi juara Piala FA dan finis di peringkat ketiga kompetisi Liga Inggris, namun bukan juga torehan yang fantastis dari seseorang yang pernah menjadi mesin gol di liga lain.

Musim baru, berarti juga ekspektasi yang baru. Hanya mencetak 6 gol di musim sebelumnya, tidak lantas membuat Mancini membuang harapan kepada Edin Dzeko, ekspektasinya masih tinggi, buktinya pada laga bertajuk Community Shield melawan Manchester United, Mancini langsung memasang Dzeko sebagai starter. Dzeko tahu betul cara membayar kepercayaan sang arsitek asal negeri pizza itu, satu gol jarak jauh yang dilesahkannya semenit menjelang turun minum membuat Manchester City unggul 2-0.
Memang, pada akhirnya Mnchester biru harus mengakui keunggulan tetangganya dengan skor 3-2. Namun apa yang ditampilkan Dzeko malam itu sedikit membuka harapan fans The Citizens akan gol-golnya dalam mengarungi musim baru.



Secara berturut-turut Dzeko kembali menunjukkan ketajamannya kala mencetak masing-masing satu gol ke gawang Swansea City serta Bolton Wanderers, asa pun membumbung tinggi pada diri pria Bosnia ini. Permainan brilian pemain asal Spanyol, David Silva, yang kerap memanjakan Dzeko dengan operan-operannya juga menjadi kunci yang tak bisa dikesampingkan atas naiknya produktifitas Dzeko musim ini.

Belum selesai kemesraan Edin Dzeko-David Silva, Manchester City kembali mendatangkan gelandang kreatif asal Perancis, Samir Nasri. Pada laga debut Nasri melawan Hotspurs, pemain yang dibesarkan di klub Marseille ini mengisi pos sayap kiri, bukan posisi utamanya, namun ia menjalankan perannya dengan brilian. Dua umpan Samir Nasri berhasil dikonversi Edin Dzeko menjadi gol. Sepertinya laga melawan klub London Utara ini menjadi ajang pamer ketajaman bagi Dzeko, tambahan 2 golnya menjadikan Edin Dzeko sebagai pemain Manchester City pertama yang berhasil mencetak 4 gol dalam satu laga di kasta tertinggi sepakbola Inggris.


Selain itu, kini, kombinasi Silva-Nasri di lini kedua semakin membuka harapan bagi Dzeko untuk membuka keran gol-golnya bagi The Citizens yang sempat mandek musim lalu. Sebalikya, bagi Carlos Tevez, top skorer Liga Inggris musim lalu, bangku cadangan mungkin akan menjadi sahabat barunya musim ini.




Dari 3 pertandingan musim ini, 6 gol sudah dicetak Dzeko. Masih terlalu prematur jika menyebut Dzeko akan menjadi pria tersubur di daratan Inggris, apalagi jika berspekulasi Manchester City akan merengkuh gelar Liga Inggris pertmanya semenjak gelar terakhirnya 43 tahun silam, tapi, apa yang ditampilkan City pada pertandingan Minggu kemarin merupakan gambaran sekaligus harapan bagi fans betapa menariknya musim ini bagi klub yang bermarkas di Etihad Stadium ini. Edin Dzeko mungkin hanya mendapat peranan kecil dari sebuah panggung ambisi taipan asal Uni Emirat Arab, Sheikh Mansour Bin Zayed Al Nahwan, yang mengakuisisi klub ini 3 tahun silam. Namun, peranan kecil itulah, yang dalam 3 pekan terakhir ini, berhasil dimainkan Dzeko dengan sempurna. Masih ada 35 pertandinganke depan, masih tersisa cukup banyak waktu bagi Edin Dzeko untuk mentahbiskan dirinya sebagai pemain besar di tanah Inggris. Welcome To The Edin Dzeko Show. [MaR/11]


Media Buzzing



"Edin Dzeko was the undisputed City hero with four goals at White Hart Lane" -Daily Mail

"..the £27m City paid Wolfsburg for the Bosnian in January looks very well spent." -Independent

"The Bosnian striker was in rampant mood as City maintained their 100 per cent start" -Sky Sports

"...his finish into the top corner was simply sublime" -Eurosport

"the afternoon belonged to Dzeko." -Guardian

"The Harlem Globetrotters of the Premier League"
-Telegraph

"...a brilliant four-goal effort from Edin Dzeko, a man who ended last season as a bit of a joke. " -The Sun

"City’s passing and movement was sensational." -Mirror Football

"...fired by the goalpower of Dzeko and garnished by the genius of David Silva and Nasri, this is a side to be reckoned with." -MEN Media

"Dzeko is keeping Carlos Tevez out of the team entirely on merit" -football365
Diposkan oleh adi di 8:00 PM 0 komentar Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest
Label: review, sepakbola, sports

Sunday, May 22, 2011

EXCLUSIVE INTERVIEW: Aleks Vrteski


Aleksandar 'Aleks' Vrteski is a football goalkeeper who plays for Solo FC in the Indonesia Premier League. Aleks was the part of Australia national team for 2005 FIFA U-17 World Cup held in Peru


Well..Aleks,first of all thank you so much for allowing me to do this interview.

Can you tell me about your football career so far, and did you always want to be a goalkeeper?
My football career so far has taken me to some wonderful places and I'm really enjoying Indonesia. As for being a goalkeeper it's always been a dream of mine so I'm very grateful


What is your career highlight so far?

My career highlight so far has to be playing in the under 17 world cup against players like nuri sahin, Carlos vela and Giovanni dos santos.


What are the differences between playing in the A-League and the Indonesian Premier League?
The most notable difference for me is the physical side of the game in Australia the players are much bigger and therefore more physical


How do you rate your team, Solo FC, performance so far?
I think we began the season very well and then in tapered off a little bit but we have to re group and improve


Which striker you have faced has the hardest shot?
De Porras and Barisic so far have had to wonder strikes against me and I'd have to say they've hit the hardest shot until now


Are there any jokers at the club?
I think I'm the main joker at the club hahaha.. But in also 'Moko (Bagus Tri Widyatmoko) is a bit a joker when I understand him




In your opinion, who is currently the best footballer in the world?
Best Footballer in the world hands down is Lionel Messi, he makes football look so easy.


Are you a football fan? Do you watch other matches?
Yeah I love football whenever there is a game on tv I will watch it regardless where in the world it is.


When you were younger who was your playing idol?
My playing idol when I was growing up was Oliver Kahn he is one of the best goalkeepers in the last 20 years and the way he played at the 2002 world cup was inspirational


If you weren't a footballer, what would you be doing now?
If I wasn't a Footballer i think I would go to university and get a degree.


Finally, is there any good advice that you could share with us?
Work hard and never give up! You don't know what tomorrow will bring..

thank you for the time Aleks, wish you all the best for your career and personal life











Interview Oleh:



M.A Rianto
22/05/11
Diposkan oleh adi di 3:22 AM 0 komentar Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest
Label: interview, sepakbola, sports
Newer Posts Older Posts Home

Popular Posts

  • EXCLUSIVE INTERVIEW: Ricky Sans of Melee
    Ricky Sans (Richard Scott Sanberg) is the co-songwriter, guitarist and backing vocalist of Orange County-based American alternative rock...
  • Bali Trip 2014
    From my recent trip to Bali (Dec 2014) Enjoy!
  • The A-List: Brazil vs Belarus (London 2012)
     Hello lads and lasses, Selamat dating di “The A List: Listing The Good and   The Bad From a Match” (I’m glad, this article now ...
  • Top Wrestling Matches of 2014 (Updated)
    1. Daniel Bryan vs Bray Wyatt Event: WWE Royal Rumble 2014 Date : January 26 2. Randy Orton vs Daniel Bryan Event : WWE Monday N...
  • EXCLUSIVE INTERVIEW: Kim Jeffrey Kurniawan
    Kim Jeffrey Kurniawan adalah seorang pesepak bola berkebangsaan Jerman yang lahir di Muhlacker, Jerman, yang memiliki keturunan Indonesia Sa...
  • Review : South Park 'Imagination Land Trilogy'
    Kalo bicara tentang Southpark, pasti kita bakal mikir dengan humor-humor sarkastik dan dewasa. Begitu juga dengan film ini. Ini bukanlah fil...
  • Euro 2012 Preview: Group A
    Setelah 6 bulan lebih gak ngeblog, akhirnya terpanggil juga buat ngeblog di momen yang pas, Euro 2012. Kali ini saya akan coba bahas satu ...
  • MELEE is NOT Afraid!
    setelah gw udah nonton lebih dari 5 musisi luar negeri selama ini *pamer *, gw bisa pastikan kalau MELEE adalah band dengan perform paling b...
  • EXCLUSIVE INTERVIEW : Robert Schwartzman of Rooney
    Robert Coppola Schwartzman is the frontman and lead singer of American Indie Rock band called Rooney. He has also acted in The Virgin Su...
  • Yang Ketiga, Hoobastank 'Dipaksa' Tampil Beda
    Ini adalah kali ketiga Hoobastank singgah di Indonesia, namun kali ini mereka 'dipaksa' tampil beda. Hoobastank, band beraliran rock...

Advertise

xEASYCOREx

Labels

  • bali (1)
  • ceska (1)
  • column (2)
  • euro 2012 (2)
  • indonesia (1)
  • interview (5)
  • iseng (1)
  • konser (4)
  • kopi darat (3)
  • movies (1)
  • musik (12)
  • polandia (1)
  • review (9)
  • russia (1)
  • sepakbola (10)
  • sports (12)
  • tahukah kamu (3)
  • travel (1)
  • trip (1)
  • video (2)
  • world cup (2)
  • wrestling (1)
  • yunani (1)

Blog Archive

  • ▼  2015 (1)
    • ▼  January (1)
      • Bali Trip 2014
  • ►  2014 (1)
    • ►  February (1)
  • ►  2012 (4)
    • ►  July (2)
    • ►  June (2)
  • ►  2011 (4)
    • ►  September (1)
    • ►  August (1)
    • ►  May (1)
    • ►  March (1)
  • ►  2010 (17)
    • ►  November (2)
    • ►  October (2)
    • ►  August (1)
    • ►  May (2)
    • ►  April (3)
    • ►  March (2)
    • ►  February (2)
    • ►  January (3)
  • ►  2009 (14)
    • ►  August (2)
    • ►  June (1)
    • ►  May (1)
    • ►  April (2)
    • ►  March (4)
    • ►  February (3)
    • ►  January (1)
Powered by Blogger.

Links

free counters

facebook

facebook

twitter

twitter

YouTube Channel

YouTube Channel

instagram

instagram
 
Copyright (c) 2010 NO HOLDS BARRED. Designed for Video Games
Download Christmas photos, Public Liability Insurance, Premium Themes